Menu
Cart 0

Beras Putih, Merah dan Hitam, Mana Paling Tak Sehat?

Posted by Eco Zest on

Baik beras merah dan beras coklat memiliki kandungan nutrisi yang sama, termasuk dalam proses memanennya.

Kedua jenis beras ini adalah beras yang belum mengalami pengelupasan sepenuhnya, sehingga menyisakan bekatul dan germ yang dikenal memiliki berbagai khasiat yang bermanfaat. Beras coklat tersedia di seluruh dunia sedangkan yang merah khusus tersedia di Pegunungan Himalaya, Tibet selatan, Bhutan, serta India selatan.

"Keduanya adalah sumber serat yang bagus, vitamin B, kalsium, seng dan zat besi, mangan, selenium, magnesium dan nutrisi lainnya. Satu hal yang membedakan beras merah dari beras cokelat adalah beras merah diperkaya dengan antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas yang merusak dalam tubuh kita." kata Gargi Sharma.

Beras merah mendapatkan warnanya dari antioksidan yang dikandungnya yang disebut anthocyanins yang bisa ditemukan di buah-buahan atau sayuran berwarna kemerahan atau ungu.

Senyawa ini diyakini memiliki sifat yang dapat mengurangi peradangan, alergi, mencegah risiko kanker dan membantu menjaga berat badan. Kehadiran mangan di kedua varietas membantu memperkuat metabolisme tubuh, sedangkan magnesium berguna mencegah migrain, menurunkan tekanan darah serta risiko serangan jantung.

Bersama dengan kalsium, magnesium membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi, dan mencegah risiko arthritis dan osteoporosis. Sementara kandungan selenium di kedua jenis beras itu melindungi tubuh dari infeksi.

Selain itu, karena keduanya memiliki kandungan serat tinggi, maka berguna untuk memperkuat pencernaan. Serat juga membantu memperlambat karbohidrat diubah menjadi gula darah.

Menurut kedua ahli, dua varietas itu sangat dianjurkan bagi penderita diabetes dan pasien jantung. Kedua jenis beras tersebut dianggap biji-bijian, yang dapat membantu dalam mengurangi plak arteri, mencegah risiko penyakit kardiovaskular, menjinakkan kolesterol tinggi dan mengatur gula darah. Menurut studi terbaru, mengkonsumsi satu cangkir beras merah setiap hari dapat mengurangi secara signifikan risiko terkena diabetes hingga 60%.

Beras hitam pernah menjadi makanan para bangsawan Tiongkok Kuno dan rakyat jelata dilarang untuk mengkonsumsinya.

Di antara varietas beras, beras hitam merupakan yang paling istimewa. Kandungan nutrisi beras jenis ini mampu mengalahkan nutrisi yang ada di beras merah dan beras coklat jika digabungkan.

Kaya akan serat, beras hitam memiliki antioksidan paling tinggi, fitonutrien, phytochemical, vitamin E, protein, zat besi, dan nutrisi lainnya. Kandungan nutrisi tersebut diyakini bermanfaat untuk hati, ginjal dan lambung.

Memiliki kandungan anthocyanin, beras hitam bisa digunakan untuk membantu mencegah risiko kanker. Kandungan gula dan glikemik yang rendah membuat beras hitam sebagai pilihan makanan yang sangat dianjurkan untuk pasien jantung, diabetes serta tekanan darah tinggi.

"Satu sendok penuh bekatul beras hitam mengandung lebih banyak antioksidan dan antosianin yang menyehatkan daripada yang ditemukan dalam sesendok blueberry. Selain mengandung sedikit gula dan lebih banyak serat dan vitamin," kata Zhimin Zu, profesor di Louisiana and State University, Amerika Serikat.

Banyak yang bertanya di antara beras putih, beras merah-coklat, beras hitam mana yang paling sehat dan tidak. Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui tentang ketiga jenis beras tersebut, dikutip Dream.co.id dari laman Food.ndtv.com. Berikut ulasannya;

Beras Putih

Beras putih adalah yang paling banyak dikonsumsi manusia. Beras putih merupakan olahan dari beras mentah yang mengalami pengelupasan dan penggilingan.

Apa yang membuat varietas ini tidak begitu sehat meskipun banyak dikonsumsi di seluruh dunia adalah pada saat proses pengelupasan dan penggilingan bagian-bagian penting, seperti bekatul (bran) dan embrio (germ) hilang. Padahal, bekatul dan germ adalah bagian dari beras yang kaya serat makanan serta nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Menurut ahli gizi Delhi, Gargi Sharma, jika beras putih mengalami proses lebih lanjut seperti polishing maka lapisan aleuron yang mengandung nutrisi berguna akan hilang. Lapisan ini kaya akan vitamin B, nutrisi lain dan lemak esensial.

Selain itu beras putih mengandung banyak pati yang menyebabkan orang cepat merasa kenyang dan menimbulkan obesitas. Karena pengolahannya, beras putih kehilangan nutrisi penting seperti tiamin, juga dikenal sebagai B1 serta Vitamin B lainnya.

Mengkonsumsi banyak nasi putih dapat menyebabkan kondisi yang disebut beri-beri, yang terjadi karena kekurangan tiamin. Beras putih kadang juga diberi aditif yang dalam kasus tertentu membahayakan tubuh manusia dan memicu gangguan metabolisme seperti diabetes, obesitas dan sebagainya.

"Penggilingan dan polishing beras putih menghancurkan 67% vitamin B3, 80% vitamin B1, 90% vitamin B6, setengah dari mangan, setengah dari fosfor, 60% dari besi, semua serat makanan serta asam lemak esensial," kata Ritika Samaddar dari Max Healthcare Saket, New Delhi.

Sumber : http://goo.gl/PYvoMu


Share this post



← Older Post Newer Post →


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published.