Menu
Cart 0

Hidup Organik? Mahal!

Posted by Eco Zest on

"Hidup organik? Mahal!" Begitulah tanggapan banyak orang ketika mendengar kata 'organik'. Harganya memang lebih mahal ketimbang produk-produk non organik. Namun harga mahal yang kita keluarkan sekarang tak akan semahal yang kita keluarkan saat kita menuai dampak negatif dari berbagai bahan non organik yang kita konsumsi selama berpuluh-puluh tahun. Pengobatan selalu lebih mahal daripada pencegahan. 

Cara hidup organik bukanlah hal baru yang sedang hip. Sejak dulu para leluhur kita sudah menjalaninya. Mereka hidup pada masa ketika segala sesuatunya dibiarkan tumbuh apa adanya dan perlahan, dimasak atau diolah secara perlahan (bukan instan), dan dikonsumsi secukupnya.Kini, seiring perkembangan di segala bidang: industri, pertanian, perkebunan, makanan olahan, perikanan, membuat kita menjadi bergantung pada segala hal yang berbau instan dan murah. 

Padahal, sebagai informasi untuk Anda, petani sekarang terpaksa menggunakan pestisida 5 kali lebih banyak daripada zaman dulu. Kalau dulu cukup 1 tutup botol dicampur beberapa liter air, sekarang 5-6 tutup botol, karena hama sudah resisten. Bila hama terkena pestisida dan tidak mati dia akan berevolusi, dan keturunannya akan lebih kuat menghadapi racun pestisida. "Selama 30 tahun hama itu akan semakin kuat. Tapi bagaimana dengan tubuh kita yang mengonsumsinya? Tak heran kalau sekarang banyak anak menderita autisme. Siapa tahu paparan berbagai bahan kimia yang kita makan itulah penyebabnya," kata Christopher Emilie Jayanata, ketua Komunitas Organik Indonesia.

Teknologi di bidang pengolahan pangan juga terus dikembangkan, termasuk teknologi pengawetan makanan dengan menggunakan berbagai macam pengawet kimia. Di bidang peternakan, percepatan pertumbuhan ternak merupakan isu penting bagi peternak ayam negeri. Ayam-ayam diberi suntikan hormon untuk mempercepat pertumbuhannya dan diberi suntikan antibiotik agar selalu sehat dan tidak diserang penyakit -yang ujung-ujungnya adalah agar peternak tidak mengalami kerugian.

Untuk itu, mulai dari sekarang, Anda harus berpikir lagi soal harga produk organik. Tak apa sedikit mahal, namun lebih aman dan sehat bagi tubuh Anda.

Berikut ini bisa Anda lakukan untuk memulai:

1. Mengonsumsi makanan organik, yaitu sayuran dan buah-buahan yang ditanam tanpa melibatkan bahan kimia semacam pestisida, herbisida, dan pupuk kimia, serta daging yang diproduksi tanpa melibatkan hormon buatan. Kita tidak pernah tahu dampak bahan-bahan kimia itu terhadap tubuh di masa mendatang, termasuk terhadap tumbuh kembang anak-anak kita. Bahan kimia tersebut juga berdampak negatif bagi lingkungan. Hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk memulai gaya hidup organik adalah dengan menanam (beberapa) bahan pangan sendiri, seperti cabai, tomat, daun selada, dan sebagainya, yang tidak membutuhkan banyak lahan. Penggunaan pupuk kompos dna pupuk kandang bisa digunakan untuk tanaman berskala kecil.

2. Menggunakan produk organik untuk rumah tangga. Antara lain pembersih dari cuka, baking soda, atau air jeruk yang tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

3. Menggunakan produk perawatan kulit dan rambut (sabun mandi, sampo, kosmetik) organik. Produk perawatan kulit organik tidak melibatkan bahan pengawet peraben yang beracun. Minyak kelapa murni (VCO) yang ada di rumah juga bisa digunakan sebagai pelembap kulit dan rambut yang kering. Sabun dan kosmetik organik harganya sedikit lebih mahal daripada yang non organik, tapi dampaknya terhadap kulit dalam jangka waktu lama akan lebih baik.

Sumber:http://goo.gl/IiMzHO


Share this post



← Older Post Newer Post →


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published.